
BANDUNG SKU.www.Suara-Lidik.com — Menanggapi pemberitaan mengenai keluarga yang mengaku telah mengeluarkan biaya sekitar Rp12 juta setelah dua anggota keluarganya menjalani rehabilitasi di Yayasan Tri Hita Praba, Lembang, pihak yayasan menyampaikan klarifikasi agar informasi yang berkembang di masyarakat dapat dilihat secara utuh dan berimbang.
Yayasan Tri Hita Praba menghormati keterangan dan keberatan yang disampaikan keluarga. Namun, pihak yayasan menilai bahwa keterangan dari satu pihak tidak dapat serta-merta dipahami sebagai kesimpulan bahwa telah terjadi kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan yayasan.
Pihak yayasan menegaskan bahwa seluruh persoalan mengenai penerimaan klien, asesmen, program rehabilitasi, pelayanan, administrasi dan biaya perlu dilihat berdasarkan dokumen serta kronologi yang sebenarnya.
Biaya Perlu Dilihat Berdasarkan Administrasi
Terkait klaim pengeluaran sekitar Rp12 juta, Yayasan Tri Hita Praba menyatakan bahwa nominal tersebut perlu diklarifikasi secara rinci, termasuk mengenai untuk apa pembayaran dilakukan, kapan pembayaran dilakukan, kepada siapa pembayaran diberikan, serta apakah pembayaran tersebut merupakan biaya program rehabilitasi atau komponen administrasi lainnya.
Dengan demikian, angka yang disebutkan dalam pemberitaan merupakan keterangan dari keluarga dan masih perlu dikonfirmasi dengan data administrasi dari pihak yayasan.
Yayasan Tri Hita Praba siap membuka dokumen yang berkaitan dengan administrasi pelayanan sepanjang sesuai dengan ketentuan mengenai kerahasiaan data dan hak privasi klien.
Kondisi Klien Setelah Rehabilitasi
Mengenai pemberitaan bahwa dua pria tersebut kemudian mendapatkan perawatan di rumah sakit, pihak yayasan menegaskan bahwa kondisi medis seseorang tidak dapat langsung dikaitkan sebagai akibat dari proses rehabilitasi tanpa adanya pemeriksaan atau keterangan medis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, diperlukan informasi medis yang jelas mengenai kondisi masing-masing pasien, kapan keluhan muncul, hasil pemeriksaan dokter, serta diagnosis medisnya.
Yayasan tidak ingin membuat kesimpulan mengenai hubungan antara proses rehabilitasi dan kondisi kesehatan seseorang tanpa dasar medis yang jelas.
Yayasan Terbuka untuk Klarifikasi
Yayasan Tri Hita Praba menyatakan terbuka untuk melakukan pertemuan dengan keluarga maupun pihak media untuk membahas persoalan tersebut secara terbuka.
Pihak yayasan juga siap menjelaskan mengenai:
1. Proses penerimaan klien;
2. Proses asesmen;
3. Program rehabilitasi yang diberikan;
4. Mekanisme pelayanan;
5. Komponen biaya dan administrasi;
6. Komunikasi dengan keluarga;
7. Kondisi klien selama menjalani program; dan
8. Proses setelah klien menyelesaikan atau meninggalkan program rehabilitasi.
Menurut pihak yayasan, klarifikasi secara langsung akan jauh lebih baik dibandingkan membangun kesimpulan hanya berdasarkan informasi sepihak.
Meminta Pemberitaan Berimbang
Yayasan Tri Hita Praba menghormati kebebasan pers dan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi.
Namun demikian, pihak yayasan juga memiliki hak untuk memberikan penjelasan apabila terdapat pemberitaan yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap nama baik lembaga.
Pihak yayasan berharap setiap pemberitaan mengenai persoalan tersebut mencantumkan secara jelas bahwa klaim mengenai biaya, pelayanan maupun kondisi kesehatan merupakan keterangan dari pihak keluarga apabila memang belum dikonfirmasi kepada yayasan dan belum diverifikasi secara independen.
Yayasan juga meminta agar tidak muncul kesimpulan bahwa telah terjadi pelanggaran atau kelalaian sebelum seluruh pihak memberikan keterangan dan bukti yang diperlukan.
Tidak Menghindari Kritik
Yayasan Tri Hita Praba menegaskan bahwa pihaknya tidak anti terhadap kritik.
Apabila memang terdapat kekurangan dalam pelayanan, yayasan terbuka untuk melakukan evaluasi dan perbaikan.
Namun, apabila terdapat informasi yang tidak lengkap atau tidak sesuai dengan fakta, yayasan juga berkepentingan untuk meluruskannya demi menjaga kepercayaan masyarakat dan nama baik seluruh pihak yang bekerja dalam pelayanan rehabilitasi.
“Kami menghormati keluhan keluarga dan siap memberikan penjelasan. Tetapi kami juga berharap persoalan ini diberitakan secara berimbang. Jangan sampai sebuah klaim yang belum diverifikasi kemudian dipahami masyarakat sebagai sebuah fakta yang sudah terbukti,” demikian penegasan pihak Yayasan Tri Hita Praba.
Yayasan Tri Hita Praba kembali menyatakan siap memberikan hak jawab dan klarifikasi secara terbuka kepada media serta pihak terkait dengan berpedoman pada dokumen dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.(SKU01)